Dinamika pemikiran intelektual muslim dalam penafsiran Al-qur’an
DOI:
https://doi.org/10.51700/irfani.v3i1.476Kata Kunci:
Dinamika, Pemikiran intlektual muslim, Penafsiran al-Qur’anAbstrak
Allah SWT telah menciptakan manusia sebagai sebaik-baik ciptaan (ahsan at-taqwim) yakni makhluk yang diberi akal dan nafsu. Manusia sebagai makhluk yang berakal diperintahkan oleh Allah untuk menggunakan akalnya. Tentang perintah penggunaan akal manusia di dalam Al-Qur’an banyak disinggung terutama dengan kata-kata afala tatadzabbarun, afala taqqilu, afal tatafakkarun, ya ulil albab dan lain sebagainya. Akhir dari ayat-ayat tersebut berhubungan dengan perintah untuk memikirkan tentang ciptaan Allah SWT. Baik manusia itu sendiri maupun alam semesta. Namun kesadaran akan histories dan konstektualitas pemahaman manusia dalam menggunakan akalnya kan bersinggungan dengan nash-nash al-Qur’an dan pemaknaannya. Sebenarnya keyakinan intlektual muslim secara umum sudah disepakati bahwa al-Qur’an adalah sakral, karena al-Qur’an adalah merupakan salah satu dari kalam Allah yang diturunkan kepada nabi yang paling terakhir yakni Muhammad SAW. Setelah melihat fakta sejarah bahwa al-Qur’an memakai bahasa Arab dan Nabi Muhammad SAW sendiri adalah orang arab. Sehingga berbagai informasi yang disajikan di dalam al-Qur’an sendiri banyak memakai logika budaya Arab, kemudian berbagai istilah yang dipakai di dalamnya juga menggunakan terminologi yang akrab digunakan dikalangan arang Arab saat itu, maka muncullah berbagai kajian dan pembahasan tentang status keorisinilan al-Qur’an. Di sini timbul pertanyaan sebagaimana yang dikemukakan oleh Fahrudi Faiz “sejauh manakah al-Qur’an itu berdimensi Ilahiyah dan sejauh mana ia berdimensi manusiawi
Unduhan
Referensi
Ahmad Taufiq (Ed), Sejarah Pemikiran dan Tokoh Modernisme Islam, Jakarta, PT. Raja Grafindo Persada, 2005
Annemarei Schimmel, Islam Interpretatif: Upaya Menyelami Islam, dari Inti Ajaran, Aliran-aliran sampai Realitas Modernnya,Depok, Inisiasi Press, 2003
Fahruddin Faiz, Hermeneutika Al-Qur’an; Tema-tema Kontroversial, Yogyakarta, eLSAQ Press, 2005
Fazlur Rahman, Gelombang Perubahan dalam Islam; Studi tentang Fundamentalisme Islam, Jakarta, PT. Raja Grafindo Persada
Fazlur Rahman, Islam dan Modernitas tentang Transformasi Intlektual, diterjm. Oleh Akhsi Mohammad, Bandung
Fazlur Rahman, Gelombang Perubahan
Fazlur Rahman, islam and Modernity
Johan Hendrik Meuleman, Nalar Islami dan Nalar Modern, Memperkenalkan Pemikiran Mohammad Arkoun, dalam Ulumul Qur’an, No, 4, Vol. IV. 1993
Kementerian Agama RI, Mushaf Al-Qur’an Al-Karim dan Tafsir Qur’an Surat Al-Baqaroh,
MF. Zenrif, Sintesis Paradigma Studi Al-Qur’an, UIN Malang Press, 2008
Heri Sucipto (Ed), Islam Madzhab Tengah: Persembahan 70 Tahun Tarmizi Taher, Jakarta, Grafindo, 2007
Ilyas Supena, Desain Ilmu-Ilmu Keislaman dalam Pemikiran Hermeneutika Fazlur
Rahman, Semarang, Wali Songo Press, 2008Johan Hendrik Meuleman, Nalar Islami dan
Nalar Modern, Memperkenalkan Pemikiran Mohammad Arkoun, dalam Ulumul Qur’an, No, 4, Vol. IV. 1993
Mohammad Arkoun, Pemikiran Arab, edisi Terjemahan, Yogyakarta,Pustaka, 1996
Suharsono, Islam & Transformasi Sosial: Refleksi atas Sistematika Nuzulnya Wahyu al-Qur’an, Depok, Inisiasi Press
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2022 Ahmad Zaini Dahlan, Fawaz

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


