KAJIAN HERMENEUTIKA DALAM KITAB Al-SUNNAH Al-NABAWIYYAH KARYA MUHAMMAD AL-GHAZALI: ANALISIS HADIS TENTANG NYANYIAN
Analisis Hadist tentang Nyanyian
DOI:
https://doi.org/10.51700/irfani.v2i1.206Kata Kunci:
Hermeneutika Hadis, Muhammad al-Ghazali, NyanyianAbstrak
Muhammad al-Ghazali merupakan tokoh yang cukup kontroversial dengan karyanya al-Sunnah al-Nabawiyyah baina Ahl al-Fiqh wa Ahl al-Hadis, di mana ada yang memberikan apresiasi positif atas hermeneutika hadis yang ditawarkannya, namun ada juga yang menuduhnya sebagai inkar al-Sunnah. Oleh karena itu, sangat penting untuk dikaji mengenai pemikiran hermeneutika hadis Muhammad al-Ghazali, dalam hal ini difokuskan pada hadis-hadis tentang nyanyian yang masih menjadi perdebatan antara boleh tidaknya dilakukan dalam agama Islam di era kontemporer. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hermeneutika hadis Muhammad al-Ghazali mengenai hadis tentang nyanyian harus diukur dari keempat kriteria keshahihan matan hadis, yaitu: 1) matan hadis nyanyian tidak bertentangan dengan al-Qur’an Surah Luqman ayat 6; 2) matan hadis nyanyian tidak bertentangan dengan hadis shahih lainnya yang setema; 3) matan hadis nyanyian sesuai dengan fakta sejarah bahwa Rasulullah memuji suara merdu Abu Musa al-Asy’ari ketika membaca al-Qur’an seraya melagukannya; 4) matan hadis nyanyian sesuai dengan kebenaran ilmiah bahwa nyanyian dapat menimbulkan gema dan pengaruh psikologis yang berbeda-beda. Bernyanyi atau mendengarkan nyanyian yang mengandung makna yang mulia dan melodi yang baik, maka hal itu diperbolehkan. Namun, jika syair dan iramanya mendorong kepada kemaksiatan disertai dengan hal-hal yang diharamkan seperti khamr dan perbuatan keji lainnya, maka hal itu tidak diperbolehkan.
Unduhan
Referensi
al-Ghazali, Muhammad. (1996). al-Sunnah al-Nabawiyyah baina Ahl al-Fiqh wa Ahl al-Hadis. kairo: Dar al-Syuruq.
al-Ghazali, Muhammad. (1996). Studi Kritis atas Hadis Nabi antara Pemahaman Tekstual dan Kontekstual. terj. M. al-Baqir. Bandung: Mizan.
Basid, Abdul. (2017). “Kritik Terhadap Metode Muhammad al-Ghazali dalam Memahami Hadits Nabi Muhammad Saw.” Jurnal Kabilah, Vol. 2, No. 1.
Idris, Muhammad. (2018). “Metode Pemahaman Hadis Ulama Kontemporer Non-Ahli Hadis (Studi Komparatif antara persepsi Muhammad al-Ghazali dan Pendapat Yusuf al-Qardhawi). Islam Transformatif: Journal of Islamic Studies, Vol. 2, No. 2.
Idris, Mhd. (2016). “Metode Pemahaman Hadis Muhammad al-Ghazali,” dalam Jurnal Ulunnuha Vol. 6, No. 1.
Jamiludin. (2018). Kritik Terhadap Pemahaman Muhammad al-Ghazali Tentang Hadiṡ Kepemimpinan Perempuan, Skripsi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Kasban, Achyar dan Ardiansyah. (2017). “Kritik Matan Syaikh Muhammad al-Ghazali.” Jurnal al-Tahdis: Journal of Hadith Studies, Vol. 1, No. 1.
Suryadi. (2016) “Pentingnya Memahami Hadis dengan Mempertimbangkan Setting Historis Perspektif Yusuf al-Qaradawi”. Jurnal Living hadis, Vol. 1, No. 1.
Suryadi. (2008). Metode Kontemporer Memahami Hadis Nabi, Yogyakarta: Teras.
Sutrisno. (2017) “Hadis Perspektif al-Ghazali”. Raustan Fikr, Vol. 13, No. 1.
Purwaningsih, Sri. (2017). “Kritik Terhadap Rekonstruksi Metode Pemahaman Hadis Muhammad al-Ghazali.” Jurnal Theologia, Vol. 28, No. 1.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2021 Ihsan Nurmansyah

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.


